Pengertian Porifera (spons), Ciri - Ciri, Struktur Tubuh, Dan Contoh

Mokhamad Nur Rokim  

Pengertian Porifera (spons), Ciri - Ciri, Struktur Tubuh, Dan Contoh


Porifera" adalah istilah ilmiah untuk spons, anggota filum hewan Porifera, yang berarti "hewan berpori" dalam bahasa Yunani. Spons adalah hewan yang paling sederhana dikenal.

PENGERTIAN PORIFERA

Porifera merupakan filum dari kingdom animalia yang juga sering disebut Hewan Spons. Porifera adalah kelompok hewan multiseluler (tersusun atas banyak sel) yang paling sederhana. Kata Porifera berasal dari 2 kata, yaitu “porus” yang artinya rongga, dan “ferre” yang artinya mempunyai, sehingga secara bahasa porifera berarti hewan yang memiliki rongga. Namun demikian, Filum ini sulit dikenali sebagai hewan karena tidak memiliki kepala, badan, dan anggota tubuh lainnya. Karenanya banyak pula yang mengelompokkannya ke dalam kingdom tumbuhan. Porifera juga sering disebut Kingdom Parazoa, “para” berarti di samping dan zoa berarti hewan, pengelompokkan tersebut terjadi karena porifera disebut belum memiliki bentuk hewan sepenuhnya, dan belum memiliki jaringan sejati. Ukuran tubuh hewan ini bermacam-macam, mulai dari yang hanya sebutir beras hingga yang tingginya mencapai 2 meter. Porifera umumnya hidup berkoloni dan melekat pada dasar perairan yang tidak terlalu dalam.

STRUKTUR TUBUH PORIFERA

Kelompok porifera terdiri atas sekitar 10.000 spesies, dan kebanyakan hidupnya air laut dan air tawar. Ciri khas porifera adalah memiliki lubang atau pori (spongosol) di seluruh bagian tubuhnya, lubang tersebut berfungsi sebagai tempat masuknya air untuk sumber makanan dan oksigen. Tubuh Porifera disusun oleh sel berongga yang belum membentuk jaringan sejati, oleh karena itu sering pula disebut hewan spons. Kerangka tubuh filum ini disusun oleh serabut-serabut halus dari zat kapur yang juga membentuk seperti spons (Spongin). Kebanyakan dari porifera merupakan hewan hermafrodit, yaitu memiliki dua alat kelamin, jantan dan betina, dalam satu tubuh. Tempat masuknya pori-pori air pada porifera disebut ostinum, sedangkan tempat keluarnya makanan dan air disebut oskulum.

CIRI - CIRI UMUM FILUM PORIFERA (SPONS)
  1. Anggota filum ini umumnya dikenal sebagai spons.
  2. Habitat – Mereka sebagian besar hewan laut, sedikit yang ditemukan di air tawar.
  3. Simetri tubuh – sebagian besar adalah hewan asimetri, tidak ada bentuk yang pasti bagi tubuh porifera.
  4. Tingkat organisasi – ini adalah hewan primitif, multisel dengan kelas organisasi seluler.
  5. Motilitas – spons dewasa hidup menetap, yaitu mereka perlu substratum untuk menempelkan dirinya ke permukaan dan tidak bergerak.
  6. Cara memperoleh makanan – Karena sifat sessile, spons adalah filter feeder.
  7. Pencernaan – Pencernaan intraseluler.
  8. Skeleton – Tubuh spons didukung oleh kerangka yang terbuat dari spikula atau serat spongin.
  9. Reproduksi – Jenis Kelamin tidak terpisah, mereka adalah hermafrodit.
  10. Hermafroditisme – kondisi dimana telur dan sperma diproduksi oleh individual. Porifera sama mereproduksi secara aseksual dengan fragmentasi dan seksual dengan pembentukan gamet.
  11. Fertilisasi – Fertilisasi internal.
  12. Perkembangan- perkembangan langsung, memiliki tahap larva yang berbeda secara morfologis dari tubuh dewasa.
  13. Transportasi air atau sistem kanal- Spons memiliki sistem transportasi air. Air masuk melalui pori-pori kecil (ostia) di dinding tubuh ke dalam rongga pusat yang dikenal sebagai spongocoel. Dari spongocoel air keluar melalui oskulum. Sistem air ini membantu dalam mengumpulkan makanan, pertukaran pernapasan dan penghapusan limbah.
  14. Koanosit – Ini adalah sel kerah, mereka melapisi spongocoel dan saluran

KLASIFIKASI PORIFERA
  1. Kelas Calcareae (Calcispongiae)